Thursday, July 18, 2013

CD Review: How To Stop Time by Adhitia Sofyan

Bermaksud sedikit berbeda dari postingan-postingan biasanya yang berbau curhat, sekarang saya lagi pengen nulis yang agak bermanfaat dikit, sekaligus berbagi. 

Baru saja dapet kiriman CD Adhitia Sofyan yang How To Stop Time dua hari lalu dan langsung jatuh cinta dengan albumnya. Well, I've been being a fan of him since his first album. 

Setelah meluncurkan versi free downloadnya Oktober 2012 lalu, akhirnya Adhitia Sofyan meluncurkan rilisan fisik album ketiganya. Album bertajuk How to Stop Time yang berisi 11 lagu ini sudah di re-work dan ditambahin suara ini itu sehingga terdengar lebih beragam dan lively. (pardon my language, not really into musical terms hehe :p)

Saturday, May 25, 2013

Bukan Tentang Malioboro dan Keraton

Saya sedang di kereta menuju Jogjakarta ketika menulis ini.
Untuk ke sekian kalinya saya ke Jogjakarta. Hingga pertengahan tahun ini saja, perjalanan ini adalah yang kedua kalinya bagi saya.
Sedikit berbeda, ini adalah long weekend. Dimana Jogjakarta selalu dan hampir pasti akan ramai sekali.

Jogjakarta selalu rindu-able. Kota yang tak seberapa besar dan tak seberapa jauh berbeda dengan Surabaya sebenarnya.

Jahatnya, Jogjakarta selalu punya caranya sendiri untuk memanggilku kembali. Rasanya setiap kali kesana, ada sesuatu yang tertinggal dan menggoda untuk cepat kembali untuk mengambilnya. Ini bukan tentang Malioboro dan Keraton tentu saja Jalanan-jalanan malam hari, kedai kopi pinggiran dan kue-kue manis, angkringan dan sebungkus kecil tawa dalam sebungkus nasi kucing, dinginnya angin malam, lampu kota, sapaan dan celoteh khas bahasa Jawa yang bahkan saya ngga ngerti apa artinya. Hangatnya kota, kebebasan melakukan apa yang saya inginkan tanpa hingar bingar metropolitan dan hiruk pikuk jadwal sehari-hari. Tak sempurna namun memuaskan.

Ini bukan tentang Malioboro dan Keraton tentu saja.
Ada kosong yang memaksa untuk diisi ketika disana. Ada penuh yang memberontak untuk dipilah. Ada cemar yang mencuat untuk dibuang.

Ini bukan tentang Malioboro dan Keraton tentu saja.
Rasanya seperti pulang. Entah rumah keberapa. Kalian tau kan rasanya pulang? Perasaan nyaman, jika bisa disebut pulang.

Ini bukan tentang Malioboro dan Keraton tentu saja.
Ada rindu yang berhak untuk dilepas dan dibalas. Ada perindu yang berhak memilih, dari situ, apakah rindunya akan tetap tertuju pada alamat yang sama atau tidak.

Kereta Api Pasundan, 25 Mei 2013.

Wednesday, May 8, 2013

Pssshh.. Here’s a note from somebody

I realize that every each person  in the world doesnt have a same life...

That we have some different people to hang out with
That we have some particular people to do particular things
That we have different activities that posses us not be together all the time

But can anyone just please be reminded that all of those should not made anyone felt abandoned?
Can anyone please be reminded and maintained that whatever will be, no one shouldnt be felt abandoned?

Pssshh.. somebody out there misses you having a good time with.

Tuesday, April 2, 2013

A piece of hope to a sunset sky.


Dear sunset sky, 

I don’t want anything but someone who’s willing to take his time with me asking me “hey, how’s your day?”
And then we share how we got through these tiring days.
I’m with mine. He’s with his.

Or maybe will sincerely be by my side texting me or call me in the middle of me staying up late doing all the deadlines.
And then in the morning will wake me up with a “hey, it’s morning already, wake up you sleepy head!”.

And on the weekend we’ll have a lovely date in a coffee shop talking about stupid things, about life, books, movies, or maybe about us.
Or we’ll walk around the city. Having ice creams, taking pictures, sitting side by side on a bench in a park. Or he’ll pick me up super early in the morning to have a jog and we’ll have my favourite bubur ayam after it.


I want it like I want the orange-ish burst on the sunset sky. 






Ditulis ketika senja masih menggantung di depan meja kerja.